BEA Seminar & Exhbition Juli 2019

Jul 3, 7:09 AM


Faktual.Net, Jakarta. Building Engineer Association (BEA) Indonesia adalah organisasi profesi non profit pengelola bangunan gedung baik hotel, perkantoran, apartemen/condominium, mall, sekolahan dan gedung lainnya yang berpotensi mengganggu keselamatan kerja bagi pengguna.


Building Engineer Association (BEA) Indonesia berdiri di Jakarta pada tanggal 22 Januari 2009 dengan Ketua Umum pertama Ir. Djohari Tatang. Awalnya BEA Indonesia hanya perkumpulan ahli  tehnik khususnya tehnik  perawatan gedung di Jakarta namun akhirnya berkembang se Jabodetabek bahkan saat ini sudah merambah ke luar Jawa termasuk juga Kalimantan.



Dalam perkembangannya BEA Indonesia terus menata organisasi dalam meningkatkan kinerja dan kualitas anggota dengan menggelar Rapat Kerja Nasional Rakernas I tepatnya 11 Februari 2012 dan Rakernas II  16 Januari 2016 di Sentul Jawa Barat, Rakernas berikutnya Februari 2019 yang baru beberapa bulan yang lalu.


Kegiatan Organisasi profesi  nirlaba ini mula-mula mengadakan giat gethering dengan tema ” BEA moving Foward” pada 14 Maret 2009 di Jakarta dengan dihadiri oleh 120 peserta dari berbagai pengelola gedung. Hingga tahun 2019 ini BEA Indonesia  sudah tercatat  21 kali mengadakan gathering.




Suasana Seminar BEA di Hotel Holiday Inn, Jakarta


BEA Indonesia medio Juli 2019 ini sudah mempunyai anggota resmi 618 aktif dan 200 anggota aktif yang belum terdaftar. Tepatnya 20 Juli 2019 BEA kembali menggelar acara Seminar dan Gathering dengan tema : ” The Importance of HSE in the Building Management” di Hotel Holiday Inn kawasan Gajahmada Jakarta.


Mardi Utomo Ketua Umum BEA periode saat ini menyampaikan,  “Sedikitnya 3 kali dalam setahun kegiatan Seminar dan Gathering ini diadakan. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menggugah kepeduliaan masyarakat serta  meningkatkan kinerja  anggota BEA khususnya keselamatan dan kenyamanan kerja,” katanya.


Baca Juga :  Sultra Raih Penghargaan Ekonomi Terbaik Dari The Asian Post
Selain kegiatan di atas BEA juga mengadakan kegiatan sosial dengan memanfaatkan CSR (Coorporate Social Responsibility) dengan merenovasi Rumah Singgah Kanker di Slipi. “Intinya BEA ingin berbuat untuk umat,” ujar alumni ISTN Jakarta ini.


Bahwa tugas menciptakan rasa aman di lingkungan gedung bukan hanya tugas pemerintah tapi menjadi tugas kita semua, selama ini orang hanya memahami bahwa dalam gedung itu hanya ada bahaya kebakaran, padahal banyak juga potensi bahaya yang lain, kita pernah dengar di Jakarta ini ada asap. BEA merupakan organisasi pengelolaan tehnik perawatan gedung yang lebih kompleks dan fleksible ujar bapak dari 3 putri ini.


Kegiatan seminar ini juga bertujuan untuk meningkatkan ukhuwah atau silaturahmi dan meningkatkan skill member/anggota BEA karena masing-masing anggota disibukkan oleh rutinitas dan pekerjannya lanjut pria kelahiran Malang  ini.


Masih menurut  Mardi Utomo Ketua Umum BEA sejak tahun 2016 dan saat ini memasuki periode kedua,  “Target dari penyelengaraan kegiatan ini adalah bahwa member/anggota setelah kembali ke tempat kerjanya bisa melakukan assessment atau penilaian tentang sejauh mana anggota memahami tugas dan fungsinya dalam pengelolaan dan perawatan gedung yang aman dan nyaman untuk semua. Selain member se Jabodetabek acara ini juga dihadiri oleh member dari Palembang, Bali dan  Kalimantan.