17 Peserta BEA Dapat Sertifikasi Profesi

Jan 8, 2:38 PM Headline


DEPOK - Sebanyak 17 peserta yang tergabung dalam Building Engineers Association Indonesia (BEA), menerima sertifikasi kompetensi  yang sebelumnya dilaksanakan oleh Lembaga Sertifkasi Profesi (LSP) Teknik Operasional Bangunan Gedung dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai proses pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Penyerahan sertifikat kopetensi ahli perawatan bangunan gedung tersebut dilaksanakan langsung di Sekretariat BEA Indonesia. 

"Dengan adanya pengakuan melalui sertifikasi profesi maka para profesi engineer pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung di Indonesia, terkait keahlian bisa diakui secara Internasional," tegas Ketua Umum BEA Indonesia Mardi Utomo kepada wartawan di Depok, Jum'at (8/1/2021).

Lebih lanjut dikatakan Mardi, penerimaan sertifikat profesi tersebut sekaligus mewujudkan tantangan baru menuju engineers yang mampu go Internasional.

Sementara itu, pengertian pendidikan profesi dan Sertifikasi Profesi memiliki perbedaan yang mendasar terutama berkaitan dengan konsep dan tujuan serta penyelenggaranya. 
Berdasarkan konsep, profesi memiliki dua pengertian, diantaranya pengertian profesi adalah jenjang pendidikan setelah sarjana untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat bekerja pada bidang yang memerlukan keahlian khusus diatur pada Undang-Undang No.20 Tahun 2003.

Kemudian, pengertian profesi adalah bidang pekerjaan yang untuk melaksanakannya diperlukan kompetensi tertentu seperti diatur pada Peraturan Pemerintah No.31 Tahun 2006.

Sesuai dengan Peraturan BNSP 01/2015, Sistem Sertifikasi Kompetensi Profesi Nasional adalah tatanan keterkaitan komponen sertifikasi kompetensi profesi yang mencakup pembentukan kelembagaan sertifikasi, lisensi, lembaga sertifikasi, pengembangan sistem informasi sertifikasi kompetensi dan pengendalaian mutu sertifikasi yang sinergis dan harmonis dalam rangka mencapai tujuan pelaksanaan sertifikasi kompetensi kerja nasional.

Muhdi Agustianto Advisor Operation Management IKEA Indonesia sekaligus sebagai Manager Sertifikat dari LSP mengaku sangat bangga. 

Menurutnya, semakin banyak tenaga ahli perawatan bangunan gedung yang tersertifikasi diharapkan mampu berkompetisi dengan tenaga kerja asing.

"Bisa berkompetisi dengan tenaga kerja asing yang juga punya sertifikasi. Ini impian saya." ungkap Muhdi Agustianto.

Melihat prospektif pada profesi ahli, Muhdi mengatakan sesuai Undang-undang bagunan gedung dan kebutuhan pengakuan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) pada setiap gedung harus dikelola oleh Ahli Perawatan Bangunan Gedung yang bersertifikat agar gedung tersebut menjadi layak dan berfungsi sesuai peruntukannya.

Selain itu, Muhdi memiliki gagasan pengembangan SDM di dunia engineer harus terus ditingkatkan agar tidak tertinggal dengan negara lain.

"Perlu training keahlian dan sekaligus bersertifikat tingkat nasional yang mengakui keahliannya sebagai Ahli Perawatan Bangunan Gedung. Itu impian setiap engineer," pungkas Muhdi sekaligus sebagai Asesor Ahli Perawatan Bangunan Gedung.

Random Article