Headline, News

Kenaikan Elpiji 12 kg Hadiah tahun baru

Baru saja beberapa jam tahun 2013 meninggalkan kita, namun masyarakat dihadiahkan dengan kenaikan harga gas Elpiji 12 kg. Harga elpiji sampai di pangkalan yang sebelumnya Rp5.850 per kg naik Rp3.959 menjadi Rp9.809 per kg. Dengan demikian, per tabung 12 kg, harganya naik dari Rp70.200 menjadi Rp117.708 per tabung.

Setelah ditambah biaya distribusi dan pengisian elpiji, maka harga elpiji di tingkat konsumen menjadi Rp 130.000-140.000 per tabung. Besaran kenaikan di tingkat konsumen itu akan bervariasi berdasarkan jarak stasiun elpiji ke titik serah lalu ke konsumen. Hal ini ternyata membuat gas elpji 3 kg menjadi langka , kalaupun ada harganya pun naik mencapai 25 ribu rupiah. Entahlah karena diserbu masyarakat yang beralih ke gas elpiji 3 kg atau karena ulah distributor/toko yang menyimpan gas 3 kg menunggu harganya ikut naik karena kelangkaan.

Namun kenaikan tersebut ternyata tidak diketahui Menteri ESDM Jero Wacik . Apalagi, para dirjen di Kementrian ESDM menjabat komisaris di Pertamina. Bahkan Preseden SBY pun dibuat terkejut akan hal tersebut. Beliau mengadakan rapat khusus dengan para Menteri terkait dan meminta Pertamina mengkaji ulang kenaikan harga tersebut dalam waktu 1 x 24 jam.

DPR melalui komisi XI DPR RI akan memanggil Direktur Pertamina Karen Agustiawan dan Menteri BUMN Dahlan Iskan untuk meminta kejelasan terkait kenaikan harga gas elpiji 12 kilogram. Lantaran, kebijakan kenaikan harga tersebut tidak dikonsultasikan dulu kepada Presiden selaku kepala pemerintahan.

Masyarakat sebetulnya tidak terlalu peduli ada apakah dibalik semua ini , satu hal yang pasti tentu masyarakat berharap harga elpiji 12 kg tidak mengalami kenaikan . Kenaikan harga elpiji akan membuat efek domino dimana harga-harga produk khususnya makanan akan semakin naik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen + 7 =