Teknologi

Mengatasi Bakteri pada Stainless Steel

BEA. Indonesia.org : Saat ini stainless steel sudah banyak digunakan sebagai komponen utama bangunan komersial, hotel, restoran dan lain-lain. Mulai dari tempat sampah, tangki air, pegangan tangga, lapisan tiang utama dan banyak lagi. Tapi tahukah kita, sesungguhnya stainless steel merupakan tempat yang bagus dan cepat berkembangnya beberapa koloni bakteri.  Salah satunya adalah E. Coli, bakteri yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan pada manusia.

Majalah Buildings yang terbit di Amerika baru-baru ini menyajikan hasil penelitian cara membuat anti bakteri pada peralatan atau bagian bangunan yang berbahan stainless steel. Secara singkat Christophe Detrembleur yang merupakan salah satu peneliti  menjelaskan, cara mengatasibakteri pada bangunan berbahan stainless steel dengan cara memberi lapisan anti bakteri.

Lapisan anti bakteri ini terdiri dari bakteri pembunuh E. Coli yang diformulasikan dalam bentuk cairan. Bila cairan ini dioleskan pada bagian stainless steel, dia akan diserap permukaan stainless steel. Cairan ini aman karena bukan jenis bahan beracun.

Formula temuan tim yang dipimpin oleh Christophe Detrembleur ini dianggap ‘lebih hijau’ dari cara-cara yang digunakan selama ini, yang biasanya menggunakan bahan kimia beracun. “Pendekatan ini berbasis air yang nyaman, sederhana dan menarik untuk aplikasi industri,” tambah Christoper.¬† AQL/Adm

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 + 20 =