Teknologi

Buaya Dalam Tangki Anda: Lemak Alligator, Sumber Biodiesel Fuel Baru

BIODIESEL. LEMAK BUAYA. bea-indonesia.org _ Jakarta. Penemuan ini muncul karena kekhawatiran bahwa menggunakan kedelai dan tanaman pangan lainnya untuk memproduksi bahan bakar biodiesel akan menaikkan harga makanan.

Kesesuaian lemak buaya untuk produksi biofuel muncul di ACS ‘Jurnal Industrial & Engineering Chemistry Research’.
Rakesh Bajpai dan rekan mencatat bahwa pada tahun 2008 sebagian besar 700 juta galon biodiesel diproduksi di Amerika Serikat berasal dari minyak kedelai.

Pencarian sumber-sumber non-makanan biodiesel sudah mengidentifikasi sejumlah calon yang tidak mungkin, termasuk menghabiskan minyak dari penggorengan di restoran cepat saji dan limbah. Para ilmuwan menyadari bahwa lemak buaya bisa bergabung dalam daftar itu. Setiap tahun, industri daging buaya membuang sekitar 15 juta pon lemak buaya di tempat pembuangan sampah.
Mereka menunjukkan dalam percobaan laboratorium yang diekstrak minyak dari lemak buaya dapat dengan mudah diubah menjadi biodiesel. Minyak ini sebenarnya lebih cocok untuk produksi biodiesel dari minyak dari beberapa lemak hewan lainnya. Biodiesel buaya ini mirip dengan komposisi biodiesel dari kedelai, dan bertemu hampir semua standar resmi untuk biodiesel berkualitas tinggi.~~
Building Engineers Association Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten + twelve =