Rooving

Masalah Atap Bocor

ATAP BOCOR. KONSTRUKSI ATAP. bea-indonesia.org _ Jakarta. Beberapa waktu lalu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Indonesia memprediksi intensitas hujan masih tinggi hingga beberapa minggu ke depan. Fenomena alam yang tidak bisa dicegah ini tentunya memberi dampak tersendiri pada rumah yang kita tempati. Umumnya berupa kelembaban yang tinggi dan rembesan air hujan akibat material yang retak maupun pecah. Berikut masalah pada atap rumah yang kerap dijumpai ketika musim penghujan.
Masalah pada atap rumah
Atap rumah menjadi salah satu elemen bangunan yang terkena langsung air hujan. Konstruksi atap dan material penutup yang baik akan terhindar dari masalah kebocoran yang fatal. Umumnya bagian atap yang kerap bocor pada area wuwungan (nok), talang air (pertemuan sudut antar genteng) dan kualitas genteng, serta kemiringan atap yang terlalu landai. Di bagian wuwungan biasanya terjadi keretakan pada bagian adukan semen. Akibat terkena panas dan hujan, daya tahannya akan menyusut dan terjadilah retakan.
Rembesan air hujan juga terjadi pada talang, pertemuan antar genteng dengan desain atap tertentu. Di bagian ini kita kerap menggunakan karpet plastik, aluminium dan seng sebagai talang. Material tersebut memiliki batasan usia, lambat laun akan getas dan berkarat. Kualitas genteng juga bisa mempengaruhi air hujan rembes dan tampias. Genteng yang kurang berkualitas menyebabkan pemasangannya tidak rapat dan mudah getas. Demikian juga dengan bentuk atap yang terlalu landai, sehingga air hujan bisa berbalik dan masuk melalui celah antar genteng. Atap landai bisa memperlambat aliran air hujan yang jatuh.
Menyelesaikan masalah atap
Permasalahan pada atap bisa diantisipasi dan dicegah dengan membuat atap yang baik. Pada wuwungan (nok) bisa kita tambahkan pelapis anti bocor. Aplikasinya mirip dengan pengecatan biasa. Di area tersebut seluruh beton pada wuwungan dilapisi pelapis anti bocor. Biasanya ada tambahan serat fiber untuk mengikat beton dengan pelapis anti bocornya. Untuk area talang, kita bisa mengganti material yang tidak tahan lama tersebut dengan talang berbahan tanah liat. Talang ini mirip wuwungan terbalik dan dibuat dengan bahan genteng yang cukup baik. Pemasangannya pada desain atap tertentu yang mempertemukan atap pada salah satu sudut. Biasanya atap-atap rumah berdesain tropis kerap memiliki sudut talang ini.
Pemilihan kualitas genteng juga bisa mencegah terjadinya kebocoran air hujan di kemudian hari. Genteng berkualitas memiliki presisi dan kerapatan yang baik ketika disusun. Kita juga bisa menggunakan varian bahan atap lainnya seperti atap aspal, baja, beton dan lainnya. Jika mengganti genteng terasa terlalu memberatkan, kita bisa melapisi bagian bawah genteng dengan aluminium foil. Material ini biasanya digunakan untuk mengurangi panas di bawah atap. Aluminium foil dapat menahan rembesan secara langsung, sehingga bisa mencegah terjadinya pelapukan konstruksi atap maupun kerusakan pada plafon.
Bentuk atap juga bisa mempengaruhi kebocoran air hujan, atap yang terlalu landai menyebabkan air hujan menjadi lambat turun. Kemiringan atap sebaiknya tidak kurang dari 45 derajat. Jika terlalu landai, kecepatan air hujan untuk jatuh menjadi lebih lambat, yang pada akhirnya air bisa masuk melalui celah sempit pada genteng.~~

[ http://www.bintanghome.com/ bea-indonesia.org ]

Building Engineers Association Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × two =