Bisnis Property, Headline, White Paper

Hukum Asing Memiliki Properti Di Indonesia

PROPERTI ASING. bea-indonesia.org _ Jakarta. WACANA ini sudah berlangsung lebih dari 20 tahun. Investor asing bisa memiliki properti di Indonesia sehingga para pengembang akan kebanjiran pembeli baik untuk investasi maupun dihuni oleh para ekspatriat.

Namun, wacana tinggalah wacana. Hingga kini, kita tetap tertinggal oleh negara tetangga yang lebih cerdas memanfaatkan peluang. Bukan hanya itu, para pengembang dari Singapura dan Malaysia, misalnya, dengan leluasa mengundang para investor dari Indonesia untuk membeli produk properti di sana.

Sudah menjadi rahasia umum, apartemen di Singapura banyak dimiliki oleh orang Indonesia. Namun para pengembang nasional, hanya gigit jari. Ya, hanya gigit jari. Mereka tidak bisa menjual produknya kepada orang Singapura.

Kini wacana lawas itu diungkapkan kembali oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia memberikan sinyal positif dibukanya aturan tentang kepemilikan asing di sektor properti.

Apakah ini hanya akan menjadi wacana seperti puluhan lalu? Jawabannya terpulang kepada Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz dan menteri terkait lainnya. Sebab Presiden dengan tegas meminta kepada para menteri wajib menyimak dan merespons secara positif permintaan REI itu.

Namun, kita tidak yakin keinginan Presiden cepat terkabul. Maklum, berkaca kepada pengalam├é┬Čan sebelumnya, banyak sekali perintah kepala pemerintahan yang tidak diikuti oleh para menterinya. Begitu pun untuk kasus kepemilikan asing atas properti ini.

Apalagi Presiden sendiri juga tidak begitu yakin atas keinginannya itu yang tercermin dari pernyataannya bahwa ada kekhwatiran jika pemerintah menerbitkan UU itu lantas dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi. Maklum, saat ini sedang musimnya jika ada perbedaan yang tajam yang tidak setuju dengan UU itu membawanya ke MK, kemudian diputuskan untuk dibatalkan. Rupanya pembubaran Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) oleh MK, membuat Presiden agak trauma

Harapan agar pemerintah segera melahiran UU tentang kepemilikan asing di sektor properti sebenarnya banyak manfaatnya. Paling tidak, tingkat kompetisi Indonesia di sektor properti semakin kuat. Pada era persaingan global ini kita harus cermat membaca pasar dan memanfaatkan peluang yang ada di depan mata. Jika tidak, pasti akan diambil oleh negara lain.

Itulah yang dikeluhkan oleh Ketua Umum DPP REI Setyo Maharso. Para pengembang Indonesia hanya sebagai penonton saja, tidak bisa ikut sebagai pemain. Kini ia benar-benar berharap pemerintah segera menerbitkan peraturan revisi PP No. 41/1996 tentang Kepemilikan Tempat Tinggal oleh Orang Asing.

Jika kelak permintaan itu dikabulkan, maka orang asing akan memperoleh kemudahan dalam mendaptkan izin membeli properti di Indonesia. Dan yang lebih penting adalah ada kepastian hukum mengenai hak waris dan hal lainnya.

Tentu saja dampaknya akan positif bagi bisnis properti di Tanah Air. Selain akan mendorong pertumbuhan pasar properti, pemasukan dari pajak juga akan bertambah. Mungkin tahap awal kita harus cermat memilih lokasi yang memungkinkan asing untuk membeli properti seperti Jakarta, Batam, dan Bali. Ketiga wilayah ini bisa menjadi proyek pilot bagi daerah lain.

Kini kita menunggu gerak cepat para menteri untuk merealisasikan keinginan presiden yang dengan sigap menyambut harapan dari para pengusaha properti.~~

[ bisnis.com/ bea-indonesia.org ]

Building Engineers Association Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × 1 =