Bisnis Property, Headline, International

Chris Heller: Kami Melihat Ada Celah Besar

BOOMING PROPERTI. KELLER WILLIAMS. bea-indonesia.org _ Jakarta.  Booming properti yang melanda Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, tidak hanya memancing kedatangan pengembang asing untuk berinvestasi, tapi juga franchise broker properti ternama.

Seperti Keller Williams Realty asal AS yang membentuk Keller Williams Indonesia.
Berikut petikan alasan mereka merambah Indonesia bersama Presiden Keller Williams Worldwid, Chris Heller.

Mengapa Keller Williams Realty memilih Indonesia sebagai tempat untuk mengembangkan bisnis?

Karena kami menemukan orang yang tepat diajak kerja sama di sini.

Hal terpenting bagi kami adalah bekerja dengan orang yang memiliki visi kepemimpinan dan pengaruh yang kuat, sehingga mampu memacu para agen kami untuk sukses dalam menjual real estat.

[Keller memilih Tony Eddy, konsultan properti, sebagai pimpinan Keller Williams Indonesia].

Selain itu, tentu saja kami tertarik dengan kondisi pasar dan industri properti Indonesia saat ini, yang kami yakini mampu mendorong para agen untuk lebih sukses lagi.

Pasar properti yang besar memang berbanding lurus dengan perkembangan bisnis agen properti.

Intinya, seburuk apa pun industri dan pasar properti yang ada, selama kami menemukan figur yang dirasa tepat, kami akan melakukan penetrasi pasar di sana.

Bagaimana pendapat Anda mengenai bisnis broker properti di Indonesia?

Sebenarnya bisnis agen properti di Indonesia sudah cukup berkembang, dengan banyaknya franchise internasional yang telah melakukan penetrasi pasar sejak lama seperti ERA, Coldwell Banker, maupun Century 21.

Dan kami melihat ada celah besar untuk menerapkan strategi Keller Williams di sini, yakni meningkatkan pengetahuan dan kemampuan agen dalam menjual aset properti.

Jadi tidak melulu bergantung pada nama besar perusahaan.

Itu yang belum ada di Indonesia, dan kami percaya profesi ini akan makin dihargai seiring dengan meningkatnya skill dan pengetahuan si agen tadi.

Menurut Anda, apa perbedaan antara mengembangkan bisnis agen properti di pasar negara maju seperti AS dan negara berkembang seperti Indonesia?

Pasar di negara maju tentunya sangat kompetitif, karena sistem yang ada sudah tertata dan masing-masing perusahaan serta agen memiliki strategi jitu untuk memenangkan pasar.

Sementara di negara berkembang, ada lebih banyak kesempatan untuk membentuk industri agen properti ini.

Apa tantangan yang Anda hadapi dalam mengembangkan bisnis ini di Indonesia?

Ada banyak tantangan yang muncul, tetapi bukan dari regulasi atau semacamnya, melainkan dari upaya mengubah mindset yang ada.

Sistem bisnis kami yang memungkinkan agen atau keluarga staf menikmati global passive income yang dapat diwariskan dan memiliki ratusan.

Bahkan ribuan agen di bawah mereka dari berbagai negara kerap dianggap terlalu muluk.

Hal ini terjadi di semua pasar yang baru kami masuki.

Kami harus terus menjelaskan bahwa seluruh kantor kami didukung sistem teknologi informasi yang terintegrasi secara global, misalnya. Ini tentunya bukan hal yang mudah.

Bagaimana strategi Anda untuk memenangkan pasar agen properti di Indonesia?

Tentunya kami mengutamakan dapat menarik orang-orang terbaik dengan pengaruh yang lebih besar supaya menjadi contoh figur bagi Keller Williams.

Selain itu, kami juga akan sering mengadakan pelatihan dan pendidikan yang dapat diikuti oleh agen properti dari berbagai perusahaan, tidak terbatas dari Keller Williams saja.

Jika kami menerapkan strategi tersebut, kami yakin efeknya akan seperti karma, dan Keller Williams Indonesia dapat berkembang pesat.

Setelah Indonesia, pasar negara mana lagi yang akan dimasuki Keller Williams?

Kami telah memasuki pasar Afrika Selatan dan Vietnam.

Setelah ini kami berencana penetrasi pasar di Singapura, dan dua negara lagi di Eropa, mungkin Turki dan Jerman. ~~

[ bisnis.com/ bea-indonesia.org ]

Building Engineers Association Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × four =